Dear 2019,
Hi its me, Munty! I just wanna to say thank you so much to 2019!! Thank you for all I have traveled through. So many things that I've learned, though there was so much pressure too. Many things that I've wept over, but many smiles have adorned my face afterwards. And just like the season changes, so do I. I've changed to be a better person, to lead me on another adventures.
The beginning of 2019 was my lowest point. I felt anxious about the future I planning for, I felt like what I was doing didn't match to what I had expected and wasn't accordance to what people around expected to me. Then I began to shut down myself with people for months, I do nothing other than worked & studied. I smiled when I met people, then I cried when I laid on my bed. Back at that time, I felt really tired, but I have to stay focus on my goals. Until one day I realize that I put so much pressure on myself. I'm not in love with my own self. I never appreciate what my self have been through and I always felt terribles because I couldn't do anything better than it should be.
Month by month was gone, I felt better. I started to eliminate my inner circle. I'm trying to control my emotional, my mood swings, learning about acceptance, trying to say 'no' to the things I don't wanna do. Attempted to learning how to refuse people's wish. It was a little bit hard, since I'm such a socialize person, but at least I try, dude. Even though, I still can't say no to the closest people. Day by day I felt better and better. I started to communicate with people I avoided before. And I felt like on the full fuel of energy. I felt so happy cause I can go back to the real me lol.
In the mid year, I have back the power of my socializes ability. I go on the trips by myself. I met a lot of new people. I have new friends when I visited Surabaya & Kuala Lumpur and we're still communicating. The new things I know about myself is I like to do solo travel. It quite nice to go to the new places by yourself, so you have to communicate with others. It will be different if you go on the trips with group. I really enjoyed it! (I'll write my trip on KL later).
People said that I really insensitive when there is a guy who interested with me. Still in the midle of year, finally I felt in love (again). He much older than me, he is good, he has daddy's figure on himself, I felt safe around him, I really interested with his thought, at that time I felt like I can rely on him. For the first in my life, I broke all the rules that I made. I was madly in love with him. Until I broken heart again. Thanks to Syifa & Kak Jeihan who patiently listening my complaints. But I really thank to him (if you read this), I learned so much from you, one of them is to learning expect nothing from something you can't control. And I realize he isn't broke my heart, my expectations did. I miss you and thank you so much Ko❤
Before I ended the year, I lost one of my family members. Wa I'm sure that you'll have the best place in heaven. Don't worry about Cici, I'll be there for her. We miss you.
Before I ended the year, I lost one of my family members. Wa I'm sure that you'll have the best place in heaven. Don't worry about Cici, I'll be there for her. We miss you.
Sering kali,
Kita sebagai manusia teralu banyak berpikir
Tentang masa lalu yang disesali
Dan masa depan yang belum pasti
Bahkan sampai lupa tentang masa kini
Tak jarang manusia terjebak pada kesedihan yg diciptakan sendiri
Hingga lupa akan kebahagiaan yang ditawarkan semesta saat ini
Love,
Kita sebagai manusia teralu banyak berpikir
Tentang masa lalu yang disesali
Dan masa depan yang belum pasti
Bahkan sampai lupa tentang masa kini
Tak jarang manusia terjebak pada kesedihan yg diciptakan sendiri
Hingga lupa akan kebahagiaan yang ditawarkan semesta saat ini
Love,
Hi! Welcome back to my
blog!! Sesuai janji di
postingan sebelumnya, gue mau melanjutkan cerita tentang perjalanan di Surabaya
kemarin. Untuk yang belum baca part sebelumnya, moggo di check postingan Fallin Surabaya – Part 1.
Nah, langsung aja ya. As you know from my previous post, I decided
to join the evening tour. Dimana pada tour tersebut akan membahas sejarah
Keraton Surabaya atau istilahnya kami akan melakukan napak tilas gitu hehehe.
Alhamdulillah, masih kebagian tiket turnya (diajak teman baru, akan ada postingan
khusus nantinya wkwk), awalnya sempet hopeless
karena ga kebagian tiket tur sesi sore karena sudah full. Sudah sempat jalan
juga mau masuk ke Museum HOS (House of Sampoerna) yang belum gue singgahi. Eh, tiba-tiba
ada yang manggil. “Mba, Mba,” merasa hanya gue Mba-Mba yang ada disitu,
nengoklah ya kan. Dan ternyata itu Dinda (temen baru yang gue sksd-in sebelumnya wkwk),
dia kasih tau kalau ada 3 tiket yang di cancel. Happy lah gue ya kan,
trus balik lagi ke tempat ticketing-nya, ambil tiket. Trus bilang
makasih ke Dinda, Saka dan ada Mba & Mas yang ngecancel tiket
teman-temannya.
Karena masih ada waktu,
akhirnya gue masuk ke HOS. Baru masuk aja aroma cengkeh sudah semriwing guys. HOS sendiri lebih berisi tentang
sejarah awal mula bisnis yang dibangun oleh pemilik Sampoerna. Mulai dari hanya
punya kedai sampai sebesar seperti saat ini. Dipamerkan juga jenis-jenis cengkeh, mesin
tradisional mereka, ada foto-foto para petinggi Sampoerna saat ini, foto-foto
CSR yang sudah dilakukan, dsb. Trus di lantai dua itu ada alat-alat sarana
invovasi yang dilakukan Sampoerna dan kalau pas weekday sebelum pukul 15.00 WIB
(kalau ga salah ingat) kita bisa loh ngelihat karyawan yang ngelinting rokok
secara manual. Sayangnya, di lantai 2 ini terlarang untuk di foto. Yaiyalah,
secara ada garis besar isi dapur mereka hehehe
![]() |
| Ini mesin cetak bungkus rokoknya. Made in Gernany |
![]() |
Mesin cetak bungkus rokok Toiletnya keren guysss
|
Well, jam ditangan
sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB nih, waktunya tur sesi sore dimulai. Di tur
sesi sore ini, kami akan mengunjungi 2 tempat , yaitu Kampung Keraton &
Gedung Kesenian Cak Durasim. Let’s start
our journey~
Pertengahan bulan May 2019 bukanlah pertama kalinya untuk
gue pergi ke Surabaya. Sejak 2016, Surabaya itu sudah menjadi bagian hidup gue
wkwkw karena ya memang sering banget kesana untuk business trip. Tapi perjalanan kali ini rasanya malaaaaaas banget
dan super mendadak. Padahal seminggu sebelumnya baru balik dari Surabaya. Long short story, ke Surabaya kali ini kebagian di weekend hingga waktu yang
belum tau kapan gue balik ke Jakarta. Disana ngapain? Ya sama aja kayak kerja
di Jakarta, buat PO, meeting, check harga sayuran disana, dsbnya. Gue berangkat
itu hari Sabtu pagi, trus kerja sampai sore. Minggu nya, karena tim penerimaan
banyak yang libur dan kondisi kantor yang tidak memungkinkan pasca musibah yang
terjadi, maka gue memutuskan untuk stand by di Hotel. Tiba-tiba SAP nya error,
jadilah memutuskan untuk keliling Surabaya (finally!!! Yeayyy)
Sekitar jam 12 siang gue keluar hotel menuju House of
Sampoerna, karena mau naik bus Surabaya Heritage Track! Awalnya pun rada mager,
karena puanase poll! Mana lagi puasa wkwk, tapi ya gimana gue ngerasa saying
juga kalau hanya stay di hotel. Akhirnya sampailah HOS dan itu pas banget udah
jam 12.45, waktu nya kumpul sebelum bus berangkat. Rute nya? Gue gatau kemana,
ikut aja dulu hehehe Ternyata rute siang itu adalah ke Museum 10 November dan
Kantor PTPN XI. Seru? Banget!!
Museum 10 November
Di
museum ini terdapat Monumen Tugu Pahlaawan, dimana peletakkan batu pertama
dilakukan pada tanggal 10 November 1951 dan mulai diresmikan pada tahun 1953.
Dibelakang Monumen ini terdapat kuburan masal ribuan pahlawan tanpa nama.
Didalam museum banyak dijelaskan mengenai sejarah pertempuran Surabaya. Ada
diorama pidato Bung Tomo yang membakar semangat Rakyat Surabaya, ada juga peta
jalur evakuasi, sejarah rumah sakit simpang, dsbnya.
Gedung PTPN XI
Gedung ini adalah bangunan bekas Belanda. Arsitekturnya
sangat ciamik memanjakan mata. Porcelain nya di impor langsug dari Delft,
Belanda. Sebenarnya tour guide kemarin juga ada bahas masalah arsitekturnya,
tapi gue lupa apa nama teknik bangunannya. Intinya bangunan itu, ga langsung
dibuat sekaligus, tapi sebagian – sebagian seperti puzzle (lego) karena Belanda
tau tanah di jawa terutama Utara itu sangat labil dan memiliki banyak sekali
aktifitas gunung berapi. Sehingga akan mengurangi gesekan saat terjadinya
gempa. Arsitektur gedung PTPN XI adalah Hulswit, Fermont dan Ed. Cuypers.
Gedung ini menggabungkan gaya Eropa dengan ornament atau ukiran ala Keraton.
Bangunan ini juga memiliki sejarah untuk pertempuran Surabaya,
dimana sebagai tempat dilakukannya perundingan antara A.W.S Mallaby (Tentara
Inggris) dengan pihak Surabaya yang diwakili oleh Prof. Moestopo yang merupakan
seorang dokter gigi. Dari pertemuan tersebut, terdapat 3 point perjanjian yang
kemudian di langgar seluruhnya oleh Inggris, yaitu: (1) Tidak boleh adanya
tentara Belanda pada pasukkan Inggris. Faktanya Inggris membebaskan Kapten
Belanda. (2) Inggris hanya boleh menempati tempat – tempat tertentu seperti
gedung PTPN XI dan Gedung Internatio. Namun, mereka juga menempati Rumah Sakit
Darmo dimana itu adalah zona netral. (3) Inggris hanya akan melucuti senjata
prajurit Jepang. Faktanya mereka juga melucuti senjata milik Arek-Arek Suroboyo.
"There is no shame in taking medication for a mental illness. Do whatever works for you.”
Hellaawww!!
Its been a long time since the last time I wrote blog :))
Anyway, tulisan kali ini akan gue dedikasikan (jiah bahasanya) untuk menceritakan pengalaman selama mengikuti seleksi PPAN 2018. Gue lolos atau engga? Ga perlu gue jawab, kalian pasti udah tau dong kalo gue belum lolos tahun ini wkw
Tapiiiiii, even I'm not one of the big 6 of DKI's finalist I'm so happy btw. Karena dapat pengalaman dan teman-teman baru yang super abiiiisss.
Well, lets start it!



































